Blog kepenulisan

Sabtu, 31 Januari 2026

Pentigraf Riami

Bayi
Oleh: Riami

Kampung Sramen ramai sekali. Kampung di pinggir sungai yang asri itu jadi viral. Semua gara-gara penemuan bayi. Sudi yang biasa ke sungai menambang pasir dikagetkan oleh tangis bayi. Segera diangkatnya bayi itu.  Dibungkus dengan sarungnya yang apek, yang tiap hari dijadikan handuk oleh Sudi saat istirahat setelah menambang pasir. Dengan penuh hati-hati dibawanya bayi itu. Bagaikan ayam kehilangan induknya, bayi mungil yang malang. 

Dibawanya bayi itu menuju rumah pak Lurah. Sebentar saja rumah pak lurah penuh dengan warga. Ada yang simpati membawa pakaian bayi, handuk, sabun dan ada yang hanya sekedar melihat karena penasaran.

Tangis bayi memecah hiruk pikuk suara orang yang berkumpul di rumah pak Lurah. Badannya banyak yang merah-merah digigit semut. Tapi tampak lucu, kulitnya bersih. Semua pada senang dan mengutuk ibu yang membuangnya. Mereka ada yang mengatakan ibunya harus dihukum berat kalau ketemu. Tetapi siapa ibu bayi itu. Pak lurah pun bertanya tanya. HP di sakunya tampak bergetar dan menyala. Pak lurah membuka HP dan membaca pesan. "Itu anak kita bang, tolong dirawat dengan baik, atau kau kulaporkan polisi!" 


Bukit Nuris, 20 Januari 2022
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisement

BTemplates.com

Elegant Themes

Advertisement

Popular Posts