Blog kepenulisan

Rabu, 06 Mei 2026

Wawancara dari Dinas Pendidikan lewat Pak Eko Pengawas

Daftar Pertanyaan PBL 
1. (Latar Belakang & Kurikulum) Apa yang melatarbelakangi pemilihan Project Based Learning (PBL) dengan output spesifik berupa buku fisik, dan bagaimana proyek ini diselaraskan dengan capaian pembelajaran dalam kurikulum yang sedang berjalan saat ini?

2. (Proses Kreatif & Kemandirian) Bisa diceritakan bagaimana tahapan panjang yang dilalui para siswa, mulai dari mengonsep ide cerita dan melakukan riset, hingga akhirnya mereka berhasil merampungkan lima naskah asli ini secara mandiri?

3. (Efektivitas & Penguatan Karakter) Mengingat hasil akhirnya adalah sebuah karya nyata, sejauh mana proyek ini dinilai efektif dalam memperkuat budaya literasi serta menumbuhkan karakter Adi luhung di dalam diri setiap siswa selama proses pengerjaannya?

4. (Kendala & Solusi) Pendampingan Selama proses pendampingan, apa kendala terbesar yang dihadapi siswa dalam menuangkan gagasan mereka ke dalam bentuk tulisan, dan langkah konkret apa yang diambil pihak sekolah untuk membantu mengatasi hambatan tersebut?

5. (Keberlanjutan & Target Mendatang) Setelah sukses meluncurkan lima karya buku ini, apa target selanjutnya dari pihak sekolah? Apakah karya-karya ini akan didaftarkan hak ciptanya atau diproyeksikan menjadi pemicu bagi gerakan literasi yang lebih luas di lingkungan sekolah?


JAWABAN RIAMI

Untuk yang heksagraf 
1. Latar Belakang kurikukulum di mapel bahasa Indonesia ada materi teks deskripsi. Karena kelas 9 maka tingkat kesulitan harus ditingkatkan. Setelah anilisis pembelajaran materi bahasa Indonesia bisa dipilah fiksi dan non fiksi kami kembangkan ke cerpen. Karena saya tahu struktur heksagraf yang banyak deskripsi maka kami kembangkanlah menulis cerpen heksagraf (cerpen enam paragraf) 

2. Tahapan anak anak membaca contoh heksagraf dan strukturnya. Menganalisis isi. Setelah itu membuat draf. Di sekolah. Pada pertemuan kelas saya targetkan maksimal 5 kali pertemuan. Bisa dilanjut konsul di WA. Naskah dikumpulkan juga lewat WA. Pertama konsul lewat chat, yang belum paham saya VN, jika belum, bisa saya telepon hingga Video Call sambil lihat naskah. Bila sudah tepat dia saya masukkan group heksagraf. Yang belum bisa tetap kami motivasi di kelas untuk membaca karya teman meski belum bisa menulis sempurna. Lalu yang saya anggap sesuai saya kirim ke penerbit J Maestro selaku owner pencipta heksagraf untuk diuji heksagraf. Dari 73 siswa lulus 64 dan 3 revisi. Alhamdukillah jadi 2 buku. 
      
*Untuk Fabel Semester 2*
Ini diawali ide ujian praktik dan teks eksplanasi. Misal eksplanasi bencana. Sosial dll. Dikembangkan jadi fiksi fabel dengan tokoh binatang. Pertama membuat draf , mengembangkan, mengetik di WA, dihitung jumlah kata di AI, dikirim ke guru, dikoreksi. Yang 500 kata hingga 1500 kata dimasukkan group fabel dan setelah itu ujian praktiknya juga di minta menceritakan isi. Setelah itu menandatangani surat keaslian karya. Saya kirim ke penerbit. 


3. Proyek ini efektif setelah kami terapkan anak anak bahwa penulis harus membaca, atau melihat sekitar, karena literasi tidak hanya buku. Paling tidak anak anak jadi mau membaca dan berani menuangkan ide itu yang penting

4. Kendala bagi mereka yang susah menakhlukkan ego untuk berkarya misal dia kopas, solusi dibuatkan surat pernyataan keaslian karya. Untuk yang belum jadi buku tetap dipasang di mading di edit canva.

5. Sementara target tahun depan adalah membeli karya siswa ditaruh diperpus. Menulis dan menerbitkan insyaallah tetap jalan. Untuk hak cipta kami konsulkan dulu mengingat ini berhubungan dengan dana jika mengurus hak cipta🙏

Kisah Guru menginspirasi menulis
#Riami
SMP Negeri 2 Pakisaji

Share:

Advertisement

BTemplates.com

Elegant Themes

Advertisement

Popular Posts