Blog kepenulisan

Sabtu, 13 Juni 2026

majalah timelineindonedia

Siswa SMPN 2 Pakisaji Terbitkan Lima Buku Fiksi, Bukti Literasi Pelajar Kabupaten Malang Kian Menguat

Klik Untuk Baca
https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/587434/siswa-smpn-2-pakisaji-terbitkan-lima-buku-fiksi-bukti-literasi-pelajar-kabupaten-malang-kian-menguat
Share:

Rabu, 06 Mei 2026

Wawancara dari Dinas Pendidikan lewat Pak Eko Pengawas

Daftar Pertanyaan PBL 
1. (Latar Belakang & Kurikulum) Apa yang melatarbelakangi pemilihan Project Based Learning (PBL) dengan output spesifik berupa buku fisik, dan bagaimana proyek ini diselaraskan dengan capaian pembelajaran dalam kurikulum yang sedang berjalan saat ini?

2. (Proses Kreatif & Kemandirian) Bisa diceritakan bagaimana tahapan panjang yang dilalui para siswa, mulai dari mengonsep ide cerita dan melakukan riset, hingga akhirnya mereka berhasil merampungkan lima naskah asli ini secara mandiri?

3. (Efektivitas & Penguatan Karakter) Mengingat hasil akhirnya adalah sebuah karya nyata, sejauh mana proyek ini dinilai efektif dalam memperkuat budaya literasi serta menumbuhkan karakter Adi luhung di dalam diri setiap siswa selama proses pengerjaannya?

4. (Kendala & Solusi) Pendampingan Selama proses pendampingan, apa kendala terbesar yang dihadapi siswa dalam menuangkan gagasan mereka ke dalam bentuk tulisan, dan langkah konkret apa yang diambil pihak sekolah untuk membantu mengatasi hambatan tersebut?

5. (Keberlanjutan & Target Mendatang) Setelah sukses meluncurkan lima karya buku ini, apa target selanjutnya dari pihak sekolah? Apakah karya-karya ini akan didaftarkan hak ciptanya atau diproyeksikan menjadi pemicu bagi gerakan literasi yang lebih luas di lingkungan sekolah?


JAWABAN RIAMI

Untuk yang heksagraf 
1. Latar Belakang kurikukulum di mapel bahasa Indonesia ada materi teks deskripsi. Karena kelas 9 maka tingkat kesulitan harus ditingkatkan. Setelah anilisis pembelajaran materi bahasa Indonesia bisa dipilah fiksi dan non fiksi kami kembangkan ke cerpen. Karena saya tahu struktur heksagraf yang banyak deskripsi maka kami kembangkanlah menulis cerpen heksagraf (cerpen enam paragraf) 

2. Tahapan anak anak membaca contoh heksagraf dan strukturnya. Menganalisis isi. Setelah itu membuat draf. Di sekolah. Pada pertemuan kelas saya targetkan maksimal 5 kali pertemuan. Bisa dilanjut konsul di WA. Naskah dikumpulkan juga lewat WA. Pertama konsul lewat chat, yang belum paham saya VN, jika belum, bisa saya telepon hingga Video Call sambil lihat naskah. Bila sudah tepat dia saya masukkan group heksagraf. Yang belum bisa tetap kami motivasi di kelas untuk membaca karya teman meski belum bisa menulis sempurna. Lalu yang saya anggap sesuai saya kirim ke penerbit J Maestro selaku owner pencipta heksagraf untuk diuji heksagraf. Dari 73 siswa lulus 64 dan 3 revisi. Alhamdukillah jadi 2 buku. 
      
*Untuk Fabel Semester 2*
Ini diawali ide ujian praktik dan teks eksplanasi. Misal eksplanasi bencana. Sosial dll. Dikembangkan jadi fiksi fabel dengan tokoh binatang. Pertama membuat draf , mengembangkan, mengetik di WA, dihitung jumlah kata di AI, dikirim ke guru, dikoreksi. Yang 500 kata hingga 1500 kata dimasukkan group fabel dan setelah itu ujian praktiknya juga di minta menceritakan isi. Setelah itu menandatangani surat keaslian karya. Saya kirim ke penerbit. 


3. Proyek ini efektif setelah kami terapkan anak anak bahwa penulis harus membaca, atau melihat sekitar, karena literasi tidak hanya buku. Paling tidak anak anak jadi mau membaca dan berani menuangkan ide itu yang penting

4. Kendala bagi mereka yang susah menakhlukkan ego untuk berkarya misal dia kopas, solusi dibuatkan surat pernyataan keaslian karya. Untuk yang belum jadi buku tetap dipasang di mading di edit canva.

5. Sementara target tahun depan adalah membeli karya siswa ditaruh diperpus. Menulis dan menerbitkan insyaallah tetap jalan. Untuk hak cipta kami konsulkan dulu mengingat ini berhubungan dengan dana jika mengurus hak cipta🙏

Kisah Guru menginspirasi menulis
#Riami
SMP Negeri 2 Pakisaji

Share:

Sabtu, 31 Januari 2026

Pentigraf Riami ( Sepasang Kunang-Kunang

*Sepasang Kunang-kunang*
Oleh: Riami

Sepasang kunang-kunang selalu menyala di kamar Re. Gadis berusia dua puluh satu tahun itu selalu memelihara sepasang kunang-kunang di kamarnya. Binatang itu adalah penghidup kenangannya agar dia bisa tetap mengenang kekasihnya yang telah lama pergi menghadap Tuhan. Saat dia melihat kunang-kunang, selalu ia berhayal bahwa Vano calon suaminya hadir di kamarnya. Maka jika sudah begitu, Re tidak menangis lagi. Senyumnya mulai terangkat pipi dan bibir, manis sekali.

Kunang-kunang itu ditaruhnya di dalam sebuah kotak kaca. Kadang-kadang ia membukanya sebentar lalu membelainya. Dimatikan lampu kamar untuk menikmati cahayanya. 

Malam ini dia benar benar teringat saat pertama bertemu dengan Vano di sebuah taman. Lalu menyaksikan sepasang kunang-kunang terbang bersama. Memberikan keromantisan yang lebih indah. Dibukanya perlahan kunang kunang terbang menuju tangannya. Lalu menuju jendela kamar. Dilihatnya di jendela itu sebuah taman di masa lalu. Dibukanya grendel jendela. Kunang-kunang terbang keluar. Bersama itu suara jeritan perempuan dari lantai dua. Tubuh Re melayang, terjatuh menyusul kekasihnya Vano. Ibunya terisak di lantai dasar. "Mengapa ini kau lakukan, Nak? " Ibu sangat menyayangimu.
Share:

Pentigraf Riami

Bayi
Oleh: Riami

Kampung Sramen ramai sekali. Kampung di pinggir sungai yang asri itu jadi viral. Semua gara-gara penemuan bayi. Sudi yang biasa ke sungai menambang pasir dikagetkan oleh tangis bayi. Segera diangkatnya bayi itu.  Dibungkus dengan sarungnya yang apek, yang tiap hari dijadikan handuk oleh Sudi saat istirahat setelah menambang pasir. Dengan penuh hati-hati dibawanya bayi itu. Bagaikan ayam kehilangan induknya, bayi mungil yang malang. 

Dibawanya bayi itu menuju rumah pak Lurah. Sebentar saja rumah pak lurah penuh dengan warga. Ada yang simpati membawa pakaian bayi, handuk, sabun dan ada yang hanya sekedar melihat karena penasaran.

Tangis bayi memecah hiruk pikuk suara orang yang berkumpul di rumah pak Lurah. Badannya banyak yang merah-merah digigit semut. Tapi tampak lucu, kulitnya bersih. Semua pada senang dan mengutuk ibu yang membuangnya. Mereka ada yang mengatakan ibunya harus dihukum berat kalau ketemu. Tetapi siapa ibu bayi itu. Pak lurah pun bertanya tanya. HP di sakunya tampak bergetar dan menyala. Pak lurah membuka HP dan membaca pesan. "Itu anak kita bang, tolong dirawat dengan baik, atau kau kulaporkan polisi!" 


Bukit Nuris, 20 Januari 2022
Share:

Selasa, 09 September 2025

sertifikat Buku Pukul 00.00

Sertifikat Penerbit J-Maestro

Nama Penulis : 

R I A M I

Telah mengabadikan karya buku Solo Heksagraf berjudul :

PUKUL 00.00

di Kingdom of Literacy, J-Maestro

Dengan ini kami serahkan tanda registrasi dalam bentuk Sertifikat dan tercatat resmi sebagai penulis J-Maestro

J-Maestro, Bandung.
Indonesia
Share:

Jumat, 05 September 2025

sertifikat buku antologi "Siapa"

Sertifikat Penulis J-Maestro

Nama Penulis : *R I A M I*

Telah membukukan karya dalam *HeksaGraf* kolaborasi, berjudul :

*S I A P A*

di Kingdom of Literacy, J-Maestro

Dengan ini kami serahkan tanda registrasi dalam bentuk Sertifikat dan tercatat resmi sebagai penulis J-Maestro

Terus berkarya,
Salam literasi!
Share:

Selasa, 02 September 2025

Sambutan Jisa Afta Pencetus Heksagraf

Bagaimana buku ini tercipta
Oleh: Jisa Afta


Buku ini tercipta dari imajinasi luar biasa seorang Riami, yang sejak lama telah terbiasa mengaplikasikan berbagai inovasi dalam literasi sastra. Begitu banyak metode menulis yang tersedia tapi tentunya tidak mudah meramu begitu banyak judul menjadi satu buku karya solo seperti yang diperlihatkan Riami dalam buku ini.

Tentunya tak cukup menjelaskan sejarah bagaimana saya mencetuskan Heksagraf dalam satu halaman, perlu buku khusus untuk itu, agar pembaca buku ini bisa menghasilkan solo heksagraf berikutnya seperti buku ini.

Ini adalah buku solo kumpulan heksagraf pertama di dunia.

Dalam heksagraf terdiri dari Ciri dan Struktur. Ketika saya menjelaskan Ciri, Struktur, dan di tengah-tengah menjelaskan materi, dan saat saya sedang memperbaharui alat uji heksagraf ini, di luar dugaan banyak penulis yang langsung berbondong-bondong menulis karya.

Fase 1
Saya sebut saja fase 1, dimana saya menguji apakah sebuah karya disebut layak heksagraf, dengan berdasarkan struktur, bukan pada ciri terbaru ataupun lama.

Fase 2
Adalah pengukuran heksagraf berdasarkan alat uji terbaru yang lebih ketat. Jadi buku ini menggunakan alat uji fase 1.
Ke depannya, semua buku solo heksagraf akan diuji menggunakan fase 2.

Saya terus memperbaharui alat uji heksagraf dari waktu ke waktu, ingin melihat cara kerja alat uji heksagraf? Mari baca seluruh karya Riami dan lihat bagaimana alat uji struktur heksagraf bekerja.
Share:

Advertisement

BTemplates.com

Elegant Themes

Advertisement

Popular Posts