*Sepasang Kunang-kunang*
Oleh: Riami
Sepasang kunang-kunang selalu menyala di kamar Re. Gadis berusia dua puluh satu tahun itu selalu memelihara sepasang kunang-kunang di kamarnya. Binatang itu adalah penghidup kenangannya agar dia bisa tetap mengenang kekasihnya yang telah lama pergi menghadap Tuhan. Saat dia melihat kunang-kunang, selalu ia berhayal bahwa Vano calon suaminya hadir di kamarnya. Maka jika sudah begitu, Re tidak menangis lagi. Senyumnya mulai terangkat pipi dan bibir, manis sekali.
Kunang-kunang itu ditaruhnya di dalam sebuah kotak kaca. Kadang-kadang ia membukanya sebentar lalu membelainya. Dimatikan lampu kamar untuk menikmati cahayanya.
Malam ini dia benar benar teringat saat pertama bertemu dengan Vano di sebuah taman. Lalu menyaksikan sepasang kunang-kunang terbang bersama. Memberikan keromantisan yang lebih indah. Dibukanya perlahan kunang kunang terbang menuju tangannya. Lalu menuju jendela kamar. Dilihatnya di jendela itu sebuah taman di masa lalu. Dibukanya grendel jendela. Kunang-kunang terbang keluar. Bersama itu suara jeritan perempuan dari lantai dua. Tubuh Re melayang, terjatuh menyusul kekasihnya Vano. Ibunya terisak di lantai dasar. "Mengapa ini kau lakukan, Nak? " Ibu sangat menyayangimu.










