Blog kepenulisan

Jumat, 01 Juni 2018

Pondok Romadhon -Cerpen Event ke 32



#Event_1_karya_1_hari_dalam_30_hari
#JisaAFTa
Karya ke-32

PONDOK ROMADHON
Karya: Riami

          Tasku isinya alquran, buku tagihan doa, dan beras untuk zakat fitrah. Ibuku selalu mengajari aku untuk sholat. Tapi aku sering berbohong padanya. Kalau pulang sekolah ditanya sudah sholat Ahmez? Aku selalu bilang sudah di sekolah. Padalal aku sering tidak mengikuti sholat. Bahkan melompat pagar saat akan diadakan sholat berjamaah di sekolah. Kemarin poinku di buku tatib sudah 85, sudah dipanggil ke BK untuk mendapat pembinaan dengan wali kelas. Ah kalau aku sering melanggar lagi pasti orang tuaku dihadirkan ke sekolah seperti teman-temanku yang lain yang pernah melanggar. Kulihat sorot mata ibu begitu tajam menghujam di dada. “Ahmez, nanti kalau pondok romadhon jangan mengecewakan ibu. Kan di rumah sudah ibu ajari. Sebagian yang belum lancar tolong dihafalkan lagi di sekolah. Jangan kabur dari sekolah ya nak. Saya dengar ada anak-anak yang kabur dari sekolah dan ibunya dihadirkan. Doa-doa yang kau pelajari dan juga sholat adalah untuk kepentingan diri sendiri agar semakin dekat dengan Tuhan.” “Iya bu,” jawabku dengan manatap tangan ibu sambil bersalaman hendak berangkat sekolah.

          Seperti biasa aku melintasi rumah Tio kalau hendak sampai di sekolah. Tio sudah mencegatku di jalan. “Yuk game online.” “Ah hari ini jadwal pondok romadhon,” sergahku. “Allaaa tumben kamu ikut kegiatan sekolah. Sepertinya sudah beberapa minggu ini kamu gak ikut ekstra ngaji juga.” “Ya, tapi kali ini aku mau ikut.” “Ini kan hari pertama nanti hari kedua dan ketiga ikut. Ayoolah jangan tolak ini game terbaru. “Ayolah.” Ternyata dengan rayuan maut Tio aku tergoda. Yang semula ingin ke sekolah mengikuti pondok romadhon aku jadi ikut Tio bermain Game di kampung perumahan sebelah sekolah. Sepeda di parkir di depan tempat. Masuk satu ruang sama Tio. Hampir satu jam Tio dan Ahmez bermain games.

          Suasana di sekolah. Bacaan tadarus siswa yang sudah lancar membaca alquran terdengar begitu membuat haru. Beberapa siswa kelihatan berkelompok ada yang menghafal dan disimak oleh guru, ada yang menunggu giliran di simak dan ada yang masih intensif menghafal. Sekolah di SMP Sakinah ini memang beda. Setiap hari pun meskipun tidak pondok romadhon juga dibiasakan solat dhuhur berjamaah. Setiap pagi membaca surat Yasin dan Al Mulk. Bedanya sekarang hanya kegiatan keagamaan karena pondok romadhon selama seminggu ke depan. Bu Etty guru agama nampak mengabsen siswa yang mengikuti kegiatan. Dilihat di kelas VIII B Ahmez tidak masuk dan di VIII C Tio, mereka tanpa keterangan semua. Segera Bu Etty selaku penanggung jawab kegiatan langsung menelepon orang tua siswa.

          “Hallo, assalaamualaikum.” “Walaikum salam.” “Maaf saya bu Etty guru agama SMP Sakinah, sekarang ada kegiatan di sekolah yaitu pondok romadhon, kenapa Ahmez tidak masuk?” “Lho masuk bu tadi berangkat. Bagaimana tho akakku ini.?” “Ya bu mohon maaf kalau mengganggu karena Ahmez tidak ada di sekolah sejak pagi tadi.” “Baik bu akan saya cari.” Jawab ibunya Ahmez seperti hendak menangis suaranya. Semua nomor telepon temannya di hubungi. Tapi teman satu kelasnya tidak ada yang tahu. Karena mereka masuk semua. Jadi tidak ada yang menjawab. Sebab di sekolah Sakinah tidak boleh membawa Hp. Ada yang orangtuanya menjawab tapi juga begitu jawabannya tidak tahu. Ningsih ibunya Ahmez sangat ketakutan. Pasti nanti kalau ayahnya tahu ia juga kena marah. Akhirnya ia putuskan mencarinya. Di selusuri dulu tempat bermain game online dekat rumahnya terlebih dahulu. Tak ditemukan juga Ahmez.

          Setelah keliling kampung mencari Ahmez tak ditemukan ia ke sekolah. Sampai di dekat masjid sekolah ia menangis. Ia berdoa pada Tuhan. Ya Alloh lindungi anakku Ahmez di mana pun berada. Berikan hidayah agar mampu mempelajari agamaMu dengan tulus terutama kegiatan di sekolah ini. Ampuni dia kalau dia punya salah ya Alloh. Lalu dia bertanya pada Tata Usaha sekolah. Siapa saja yang tidak masuk hari ini dan minta nomor teleponnya. Mereka semua juga tidak tahu kalau anaknya tidak masuk sekolah. Ah rasanya seperti teriris hati ibunya karena ulah Ahmez. Tapi ibunya Ahmez adalah orang yang tabah dan senantiasa mendoakan anaknya yang baik-baik. Ia pernah membaca buku tentang faedah doa orang tua yang sangat mahbul untuk anaknya. Dan tidak ada yang menghalanginya. Di doakanlah anaknya selesai sholat dhuhur di sekolah. Ia tetap mendoakan Ahmez mendapat hidayah dan bisa menyelesaikan sekolahnya dengan baik, tanpa ada yang menggaggu dan barokah ilmunya. Meski dalam hatinya sangat iri melihat anak-anak yang masuk sekolah hari ini begitu rajinnya dan antusias. Air matanya meleleh jatuh di mukenah yang ia gunakan.

          Selesai solat pun ia pamit pulang. Ada rasa malu dan marah dalam hatinya sebenarnya. Tapi ia tetap istigfar dan mendoakan anaknya. Ia pulang tetap masak seperti biasa. Hari ini malah masak kesengan Ahmez. Martabak dan nasi goreng spesial. Ada ayam, ada telurnya. Dibuatkannya juz apukat kesukaannya Ahmez. Ahmez memang anak satu-satunya. Jadi ia selalu menyayanginya.
                  
****  *****  *****

          Siang saat pulang sekolah. Ahmez pulang juga ke rumah. Salaman sama orang tuanya. Sebenarnya ibunya ingin sekali memarahinya. Tapi ini bulan puasa.  Ditahannya marahnya hingga ashar. Ketika sholat ashar mau marah ditahannya hingga magrib. Saat buka puasa terlihat Ahmez sangat menikmati hidangan yang diberikan ibunya. Bertolak belakang dengan perasaan ibunya. Ningsih melihat anaknya begitu sedih. Tak terasa ia mengeluarkan bulir bening di pipinya. Dan Ahmez pun menyaksikan ibunya menangis. “Kenapa Bu? Kenapa ibu menangis? Ada masalah apa?” “Ada masalah dengan Bu Guru di sekolahnya Ahmez. Tadi ibu ke sekolah Ahmez ternyata kamu tidak ke sekolah ya. Kamu juga sering keluar lebih dulu sebelum jam sekolah usai. Yang membuat ibu hari ini sangat sedih jugakamu pernah kabur melompat pagar sekolah saat akan diselenggarakan  solat dhuhur berjamaah di sekolah. Dan hari ini mestinya kamu hadir untuk acara pondok romadhon mengapa kamu kabur dan tidak ikut sekolah Ahmez?” melihat ibunya menangis Ahmez timbul rasa ibanya. “Ini demi kamu sendiri nak. Bukan demi ibu. Ibu ingin saat kau dewasa mengerti tentang ajaran agama dengan benar. Sehingga kau tidak salah dalam melangkah mengarungi hidup kelak. Agama adalah kendali nafsu manusia. Coba perhatikan ketilka kamu berwudhu pagi meski dingin tapi badan kita jadi segar pikiran kita jadi dingin. Dengan agama pula kita belajar sopan santun dan kasih sayang. Kenapa ibu tidak memukulmu karena ibu menganggap kau bukan hewan. Kau manusia yang punya hati dan persaan sehingga denga kata-kata saja ibu harap kau mengerti.” “Mengerti bu.” Ahmez menjawab dengan tetesan air mata.

Tiba-iba Ahmez merasa berdosa. Ada yang menarik jantungnya rasanya sesak. Kenapa dia berani berbohong pada ibu dan sekolah. Aku tak kan memyalahkan Tio yang mengajaknya bermain. Ia menyalahkan diri sendiri yang tidak memiliki pendirian. Ia mau saja diajak temannya ke hal-hal yang salah. “Maafkan Ahmez Bu. Ahmez telah berbohong pada ibu.” Ahmez merangkul ibunya. Tangis mereka pecah di malam itu. “Baik, besuk ibu antar Ahmez Ahmez ke sekolah. Ibu juga akan menjemputmu. Jadi kau tidak boleh berangkat dan pulang sendiri sampai ibu benar-benar yakin bahwa kamu sekolah.” “Iya bu Ahmez bersedia di antar jemput.”

*** ***  ***  ***  
Pagi hari Ahmez dan ibunya berangkat sekolah. Ahmez dibonceng oleh ibunya. Meski ini sebenarnya sudah tidak begitu patut karena sudah kelas delapan dan jarak sekolah cukup dekat. Tapi karena ini demi kebaikan Ahmez selanjutnya ibunya melakukan ini semua. Sepeda sudah diparkir dekat Masjid sekolah. Ahmez diantar sampai pintu masjid. Suara Ustad mulai memberi salam. “Assalaamu-alaikum warohmatullohi wabarookaatuh. Pagi ini saya akan menyampaikan materi tentang kejujuran. Jujur itu berat-berat ringan. Berat bagi mereka yang terbiasa berbohong. Mereka yang suka berbohong hatinya ditutup oleh Tuhan. Sehingga terasa sulit untuk melakukan kejujuran. Seusia kalian adalah pondasi untuk berfikir bersih di era ke depan. Jika mulai sekarang kamu tidak bisa jujur, misalnya bayar buku harganya lima belas ribu kamu ngomong ke ibumu duapuluh lima ribu. Yang lima belas tuk bayar buku yang sepuluh masuk kantong baju. Kebiasaan seperti inilah yang akan lama-kelamaan membuat hatimu keras. Karena kamu sudah sejak kecil sudah latihan korupsi dan yang kamu korupsi adalah uang orang tua sendiri yang notabene setiap hari hartanya sudah diiklaskan untuk kalian sejak bayi.

Bohong selanjutnya yang sering kalian lakukan adalah kamu kadang berangkat berpamitan ke sekolah. Tetapi sampai di jalan tidak melanjutkan perjalanan ke sekolah melainkan ke tempat lain yang tidak ada manfaatnya. Betul kadang kita perlu bermain untuk refresing tetapi tidak perlu berbohong kan? Sebaiknya kamu masuk sekolah sungguh-sungguh. Kalau mau bermain pamit dulu setelah pulang dari sekolah. Dan lakukanlah jangan terlalu lama. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain. Bagaimana kamu bisa bermanfaat buat orang lain jika untuk diri sendiri belum bisa memberikan manfaat. Tidak sadarkah kamu saat kamu bolos sekolah kamu telah berbuat tidak jujur pada diri sendiri, sekolah dan orang gtua. Hal itu juga telah mengianati negara yang sudah memberikan bantuan pendidikan berupa dana Bos terhadap kalian. Selanjutnya kamu merugikan orang tua yang dengan susah payah mencarikan biaya untuk sekolah. Yang lebih berat lagi kamu telah mengingkari nikmat Tuhan berupa kesehatan dan waktu yang diberikan Tuhan tidak kamu gunakan sebaik-baiknya untuk belajar. Barang siapa yang tidak bersyukur sungguh azab Alloh amat pedih.

Untuk itu di bulan yang penuh berkah ini, bulan suci Ramadhon mari kita mulai berbuat jujur agar kita selamat dunia dan akhirat. Yang sudah pernah berbuat tidak jujur pada orang tua dan guru sebaiknya segera minta maaf dan tidak mengulangi lagi. Demikian yang saya sampaikan semoga bulan penuh berkah dan dalam acara pondok romadhon ini hati kalian dibuka oleh Alloh dan mendapat cahaya ilmu. Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan wassalaamu-alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.

Acara ditutup oleh group hadrah dengan lagu Yaa Asiqol Mustofa. Sungguh menyentuh jiwa Ahmez. Serasa lagu ini menggerus jiwanya. Dilanjutkan lagu berjudul Ibu. Ah lagu ini membuat wajah menangis ibuku menikamku. Bisik Ahmez dalam hati. Ia berjanji tidak akan mengulangi lagi kenakalannya kemarin-kemarin. Benarkah Ahmez mendapat hidayah melalui pondok romadhon ini. Semoga. 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisement

BTemplates.com

Elegant Themes

Advertisement

Popular Posts